Pelaksanaan program rutilahu dusun pahing desa cieurih kec. Cidahu kab. Kuningan Jawa Barat, langkah maju dalam pemberdayaan masyarakat (foto: memed karmedi)
Pelaksanaan program rutilahu dusun pahing desa cieurih kec. Cidahu kab. Kuningan Jawa Barat, langkah maju dalam pemberdayaan masyarakat (foto: memed karmedi)

Kuninganizer.com – Dari total 14.000 unit rumah tidak layak huni di Kuningan, Jawa Barat kini tersisa sekitar 8.000 unit rumah yang membutuhkan perjuangan pemerintah. Di Kuningan sendiri program bedah rumah atau biasa disebut rutilahu sudah berjalan sejak 10 tahun yang lalu dengan mengalokasikan dana APBD sebesar Rp 200 miliar untuk 500 unit rumah per tahunnya.

Atas dasar itu pula, Kuningan menjadi salah satu sasaran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BPSP) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dengan besarnya bantuan hingga 15 juta rupiah, BSPS berharap bisa meningkatkan kualitas rumah yang tak layak huni.

Kepada Kompas (08/10/2016), Jhony Fajar Sufyan Subrata, Direktur Rumah Swadaya Kementerian PUPR menjelaskan pihaknya beralasan memilih Kabupaten Kuningan karena keseriusan pemerintah setempat dalam hal peningkatan kualitas rumah tak layak huni memiliki potensi yang besar untuk perumahan swadaya.

Bantuan belum mencukupi

Besarnya bantuan BPSP yang beragam mulai dari Rp 7,5 juta, Rp 10 juta, dan Rp 15 juta memang dirasa belum mencukupi kata Acep Purnama kepada Beritasatu.com (08/10/2016). Namun Acep berharap perusahan-perusahaan di Kuningan bisa menyalurkan dana CSR untuk membantu program bedah rumah bagi warga yang ada di sekitarnya.

400 unit rumah siap dibedah

Untuk mengurangi rutilahu di Kabupaten Kuningan, tahun 2016 ini ada sekitar 400 rumah dari empat desa yang direncanakan akan menerima bantuan dari BSPS. Adapun rinciannya sebagai berikut: 120 unit rumah di Desa Sindang Jawa, 63 unit rumah di Desa Sukaharja, 117 unit rumah di Desa Cikahuripan, dan 100 unit rumah di Desa Padamulya.

(sobb/kngzr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here