Menelisik Kisah Pohon Karet di Cilimus yang Kini Musnah

Pohon karet yang terletak di depan pasar Cilimus kini sudah tidak ada lagi keberadaanya. Pasalnya belakangan ini, pohon tersebut ditumbangkan guna memuluskan pembangunan taman di area tersebut.

Keberadaan pohon karet di tengah alun-alun Desa Cilimus sudah ada sejak dulu, bahkan seblum Ki Buyut Sacawana atau Pangeran Adiredja Martakusumah datang di wilayah Cilimus, pohon karet itu sudah berdiri dengan gagahnya.

Baca Juga: +20 Kata Bahasa Sunda Ini Cuma Anak Kuningan Yang Ngerti

Di pohon beringin karet yang sangat besar itu pula Ki Buyut Sacawana mengerahkan seluruh daya cipta rasa mata batin untuk menembus kegaiban guna menelisik pohon beringin karet tersebut.

pohon karet beringin tua cilimus kuningan tumbang karena diterjang angin 2013 muhamad rana
pohon karet beringin tua cilimus kuningan tumbang karena diterjang angin tahun 2013 (foto:muhamad rana/facebook)

Didapatlah mahluk ghaib (danyang atau dahiang) yang bernama Nyai Andayasari sejenis jin muslim yang “ngageugeuh” (mengayomi) di padukuhan ternyata telah menyambut kedatangan Ki Sacawana beserta rombongan.

Sekedar informasi, Pangeran Adiredja Martakusumah adalah orang yang pertama membuka wilayah Cilimus menjadi sebuah desa atas usulan Pengageng Keraton Kasepuhan.

pohon karet beringin tua cilimus kuningan terbarakar 2011 mahmud anshori
pohon karet beringin tua cilimus kuningan terbarakar tahun 2011 (foto:mahmud anshori/facebook)

Warga Mengecam

Musnahnya pohon kebanggan masyarakat sekitar dan keberadaanya sudah menjadi ikon Desa Cilimus dari sejak dulu sontak saja membuat beberapa orang merasa kehilangan.

Tak sedikit pula yang mengecam aksi penghapusan sejarah Desa Cilimus, Dudu aktivis muda Kuningan Utara menuding pelaksanan pembangunan taman di area pohon beringin karet itu sarat akan dugaan korupsi.

Comments

Add a comment

mood_bad
  • No comments yet.
  • chat
    Add a comment
    keyboard_arrow_up