foto ilustrasi: Ruko Jalan Siliwangi - Evan/fb
foto ilustrasi: Ruko Jalan Siliwangi - Evan/fb

Kuningan sebagai kota yang sedang berkembang dan semakin dipadati oleh kendaraan. Bertambahnya jumlah kendaraan tersebut sepatutnya berimbang dengan lahan parkir di tempat umum. Selain itu pihak terkait juga harus bijaksana dalam mengkoordinir tukang parkir di tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan.

Salah satu tempat perbelanjaan besar di Jalan Siliwangi Kuningan sepertinya harus lebih memperhatikan hal tersebut. Pasalnya, banyak masyarakat Kuningan yang mengeluhkan kurangnya etika tukang parkir yang berjaga di tempat tersebut.

Baca: Sekilas Asal Usul Taman Makam Pahlawan Samudera (Balong Dalem)

Yanto (35), salah satu warga Kuningan yang kurang berkenan dengan sikap tukang parkir disitu. “Saya heran saat saya ngasih Rp 1.000, eh dia malah minta lagi Rp 1.000, padahal kemarinnya saya bayar hanya Rp 1.000, saat saya tanya kenapa, dia hanya menjawab setoran parkirnya naik, saya heran maksudnya setoran parkir itu buat siapa, mau ga mau saya ngasih Rp 1.000 lagi, karena takut juga tukang parkirnya kayak preman dan disitu banyak teman-temannya nongkrong”, jelasnya.

Situasi tersebut juga sering terjadi di sekitaran Jalaksana, masih di pusat perbelanjaan besar yang satu nama dengan yang di Jalan Siliwangi. “Waktu itu saya sudah dari atm yang letaknya satu lokal dengan tempat perbelanjaan tersebut. saya pikir saya hanya sebentar maka saya cuma ngasih Rp 500, tapi si tukang parkir minta lagi dengan agak marah dan memaksa, saya ga mau terjadi keributan jadi saya kasih lagi Rp 500, ini jadi kesannya pemalakan secara halus”, ujar Desi (37).

Kejadian tersebut harusnya menjadi PR untuk pihak pengelola tempat maupun instansi terkait. Karena bisa menjadi nilai negatif bagi tukang parkir lainnya, sedangkan tidak semua tukang parkir di Kuningan bertindak seperti itu dan resmi dikoordinir oleh pemerintah setempat. Persoalan ini memang terlihat sepele dan tergantung dari masyarakat bagaimana menyikapinya tapi jika sudah terlihat unsur premanisme sudah sewajarnya ada penindakan.

(RM)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here