Sekilas Asal Usul Taman Makam Pahlawan Samudera (Balong Dalem)

Kuningan yang kini dikenal asri ternyata menyimpan sejarah perlawanan terhadap kejamnya penjajahan Belanda sekitar tahun 1945 – 1947. Salah satu bukti tersebut bisa kita lihat di TMP (Taman Makam Pahlawan) Samudera di Babakanmulya Jalaksana Kuningan yang juga satu lokasi dengan objek wisata Balong Dalem.

Dalam dokumen yang di susun oleh Para Purnawirawan se-Kabupaten Kuningan, dikatakan bahwa TMP tersebut dibangun atas prakarsa seorang pejuang putra daerah Jalaksana yaitu Alm. Kapten Idma Kartadisastra dan dibantu oleh masyarakat sampai hal arsitekturnya pada tahun 1950.

Tujuannya adalah untuk memindahkan kerangka jenazah yang kuburannya tersebar dimana-mana akibat peperangan. Selain itu untuk melambangkan penghargaan jasa pejuang ALRI (Angkatan Laut pada saat itu), masyarakat juga membangun 2 tugu/monumen yang didirikam satu di komplek TMP Samudera dan satu lagi berada di Lapangan Samudera Jalaksana.

Masih berdasarkan keterangan dokumen tersebut, pada tanggal 21 Juli 1947 Belanda melancarkan serangan total dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Cirebon, sampai ke Gombong. Karena Belanda telah menduduki Cirebon, ALRI berpencar ke arah Sindang Laut, Ciledug, dan ada juga yang menuju Linggarjati. Kemudian kelompok yang berpencar tersebut bertemu di daerah Sadamecat (yang sekarang Sukamukti) untuk melakukan gerilya, mulai dari situ banyak pejuang yang gugur dan dimakamkan dimana saja di tempat terjadi pertempuran.
Untuk menghindari serangan Belanda pada 29 Desember 1948, ALRI juga harus mengadakan Long Mars (Napak Tilas) dari Jogja ke Cirebon atas perintah Panglima Besar Jendral Sudirman.

Begitu berat perjuangan pada saat itu karena selain menghadapi bangsa luar, para pejuang juga harus bisa mengatasi serangan pemberontakan bangsa sendiri yaitu DI/TII atau Tentara Islam Indonesia.

“Cuma segitu aja mas data yang bisa saya kumpulkan, karena kendala sumbernya yang terbatas, dan saya juga gak berani menebak sejarah hehe”, jelas Jaja seorang staff pengelola Balong Dalem. Setidaknya kita bisa mengetahui keadaan sejarah di kota tercinta kita meskipun hanya penjelasan yang singkat, semoga putra daerah Kuningan juga bisa mengikuti kegigihan para pejuang dalam mencapai sesuatu dalam hidupnya.

Comments

Add a comment

mood_bad
  • No comments yet.
  • chat
    Add a comment
    keyboard_arrow_up