Jejak KNIL di Tanah Luragung foto National Archief Dutch
Jejak KNIL di Tanah Luragung foto National Archief Dutch

KUNINGANIZER.com – Nenek saya pernah cerita bahwa di era Revolusi Kemerdekaan, serdadu Belanda (KNIL) bermarkas di Luragung dan tentara militer Indonesia bermarkas di pegunungan Ciwaru.

Seringkali terjadi tembak menembak, bom membom, sergap menyergap di antara wilayah kedua belah pihak. Tak ayal desa kami, yang posisinya berada di tengah-tengah Luragung dan Ciwaru, seringkali ramai dengan hilir mudiknya peluru dan kejatuhan bom “nyasar”. Peristiwa itu terjadi antara tahun 1947 hingga 1949.

Di Ciwaru, TNI dan lasykar-lasykar pro-Republik bergerilya dengan semangat juang yang tinggi. Tempat mereka tinggal sangat sederhana, bahkan terkadang jauh dari kata “layak” jika dibandingkan dengan keadaan rumah-rumah sekarang.

Sementara itu, tentara KNIL di Luragung, tinggal di barak-barak yang bersih dan logistik mereka pun berkecukupan.

Jejak KNIL di Tanah Luragung foto National Archief Dutch 2
Jejak KNIL di Tanah Luragung foto National Archief Dutch

Banyak peninggalan fisik para serdadu negeri van Oranje itu, salah satunya adalah jembatan di timur Luragung yang kini kondisinya sudah dipenuhi tumbuhan dan akar belukar.

Foto di atas adalah peresmian pembangunan jembatan yang menghubungkan Luragung dan Cileuya pada tanggal 28 april 1948. Terlihat Kol. Paulissen, perwira pimpinan tentara KNIL, sedang memberi sambutannya. Source: National Archief, Dutch.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here