5 Hal Mengharukan Yang Dirasakan Crew Armada Bis Yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

0
6618
armada bis luragung jaya alter
foto via https://twitter.com/raihanif_putra

Menjadi driver dan crew bis, bukanlah perkara yang sepele. Sama seperti profesi lainnya, bekerja di atas armada bis juga merupakan mata pencaharian yang beresiko berat. Tidak hanya karena masalah keselamatan, namun juga hal-hal lain yang mengharukan dan menyita perasaan sebagaimana berikut:

Minimnya Waktu Istirahat

Pada umumnya, waktu tempuh yang dilalui oleh armada bis di jalur Pantura Jawa Barat itu berkisar antara 5-8 jam atau bahkan lebih. Waktu tersebut bisa berubah menjadi jauh lebih lama lagi andaikan kemacetan jalan terjadi. Karenanya, tidak mengherankan apabila ada bis yang terjebak kemacetan, kemudian ketika baru saja datang, sudah harus berangkat kembali karena mengejar jam pemberangkatan yang telah ditetapkan.

Beban Pikiran dan Setoran

Kondisi jalanan yang tidak menentu, membuat jumlah pelanggan pun tidak tetap. Hal itu pastinya memengaruhi pendapatan armada. Ya, jika kondisinya selalu ramai, mungkin akan sangat membahagiakan. Namun bagaimana jika sebaliknya? Tentu akan menjadi beban pikiran tersendiri karena armada dengan sistem setoran menuntut pemasukan yang rutin.

Menahan Rasa Lelah

Jarak yang jauh dan waktu tempuh yang tidak sebentar, tentunya menjadi suatu rasa yang memberatkan tubuh manusia. Apalagi di jalan, para kru ini harus melayani penumpang dengan sepenuh hati, mulai dari membantu menaikkan sewa, mengangkat barang bawaannya, bahkan hingga berteriak-teriak mencari sewa di jalanan. Intensitas aktivitas yang tinggi seperti itu menimbulkan adanya penimbunan asam laktat dalam tubuh, dan hal itu lah yang menjadi penyebab kelelahan.

Rawan Terlibat Masalah di Jalanan

Kita mafhumi bersama bahwa jalanan adalah tempat yang liar. Bak rimba yang lebat, di dalamnya ada banyak jenis hewan, mulai dari yang bersifat jinak dan lucu seperti kelinci hingga yang paling buas dan mematikan seperti singa. Para kru bis dalam tugasnya memang sering menemui penumpang baik, pengamen sopan, dan pedagang yang kooperatif. Namun tidak jarang mereka juga bertemu dengan orang-orang yang berperangai sebaliknya, sehingga terjadi gesekan-gesekan konflik yang terkadang hingga melukai mereka.

Mengorbankan Waktu Bersama Keluarga

Hal ini yang mungkin sering luput untuk disadari, yaitu kebersamaan bersama keluarga. Sama seperti orang lain, para supir, kondektur, dan kenek bis juga memiliki keluarga. Mereka memiliki orangtua yang mesti dimuliakan, istri yang perlu perhatian dan juga anak yang perlu mendapat didikan.

Namun karena mata pencaharian ini menyita waktu, kadang mereka mesti merelakan saat-saat bersama dengan keluarganya. Mereka bisa pergi saat anaknya masih nyenyak di alam mimpi dan datang saat anaknya telah terlelap di malam hari.

Itu terjadi kepada keu yang rumahnya dekat dengan pangkalan bisnya, lalu bagaimana dengan yang berasal dari luar kota?

Dengan sabar mereka menunggu waktu yang tepat untuk pulang karena bisa berminggu-minggu bertugas di dalam bis. Dengan sekelumit hal itu, terkadang kita mesti berpikir pula bahwa profesi kru bis bukanlah profesi yang mudah dikerjakan. Dan karenanya kita mesti bisa menghormati mereka selama mereka melakukan tugasnya dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here